IT Outsourcing atau Tim IT Internal? Hitung Dulu Setahun

Merekrut sendiri lebih murah kalau yang dibandingkan hanya gaji. Outsourcing lebih murah begitu dihitung biaya total setahun berikut risiko saat orangnya berhalangan atau keluar. Titik peralihannya bergantung berapa perangkat yang dikelola dan seberapa mahal waktu berhenti bagi Anda.

Perbandingan ini sering diselesaikan terlalu cepat dengan membandingkan gaji karyawan dan biaya kontrak bulanan. Angkanya biasanya memenangkan merekrut sendiri, dan untuk sebagian perusahaan itu memang jawaban yang benar.

Yang membuat perbandingan itu tidak lengkap adalah tiga biaya yang tidak muncul di slip gaji: apa yang terjadi saat orangnya berhalangan, apa yang terjadi saat ada masalah di luar kemampuannya, dan apa yang hilang saat dia keluar.

Halaman ini menguraikan ketiganya supaya Anda bisa menghitung sendiri, bukan menerima kesimpulan kami.

Menghitung biaya total setahun

Untuk karyawan tetap, biaya setahun bukan gaji dikali dua belas. Ada tunjangan hari raya, jaminan sosial, cuti yang tetap dibayar, biaya rekrutmen yang diamortisasi, dan biaya pelatihan kalau Anda menginginkan kemampuannya berkembang.

Ada juga biaya yang tidak berbentuk uang tetapi nyata: waktu manajemen untuk merekrut, mengawasi, dan menilai, ditambah waktu adaptasi beberapa bulan pertama saat produktivitasnya belum penuh.

Untuk outsourcing, angkanya lebih sederhana karena semua itu sudah termasuk. Yang perlu diperiksa adalah apa yang tidak termasuk, dan itu harus tertulis di kontrak.

Komponen biaya yang perlu masuk perbandingan
KomponenKaryawan sendiriOutsourcing
Gaji atau biaya kontrakDitanggung AndaDitanggung penyedia
Jaminan sosial dan tunjanganDitanggung AndaDitanggung penyedia
Cuti dan hari liburTetap dibayar, tidak ada penggantiAda pengganti, tanpa biaya tambahan
Rekrutmen dan seleksiDitanggung Anda, berulang tiap pergantianDitanggung penyedia
Pelatihan lanjutanDitanggung Anda bila diinginkanDitanggung penyedia
Pendamping untuk masalah di luar kemampuanPerlu konsultan tambahanSudah termasuk
Dokumentasi pekerjaanTergantung kerajinan orangnyaDiperiksa atasan sebagai bagian kerja

Risiko saat satu-satunya orang IT berhalangan

Ini bagian yang paling sering diremehkan sampai benar-benar terjadi. Perusahaan dengan satu karyawan IT tidak punya siapa-siapa saat orang itu cuti panjang, sakit, atau mengundurkan diri.

Yang hilang bukan hanya tenaganya, melainkan pengetahuannya: kata sandi, alasan di balik pengaturan tertentu, dan tahu perangkat mana yang sudah lama bermasalah. Kalau tidak ada dokumentasi, penggantinya mulai dari nol dan itu memakan waktu berbulan-bulan.

Pada outsourcing, kelangsungan itu bagian dari yang dibeli. Pengganti membaca catatan penanganan lebih dulu dan datang sudah tahu keadaan.

Kedalaman keahlian

Satu orang tidak mungkin ahli di jaringan, server, keamanan, perangkat pengguna, dan CCTV sekaligus. Itu bukan kritik terhadap kemampuan siapa pun, melainkan konsekuensi dari luasnya bidang.

Perusahaan dengan karyawan IT tunggal biasanya menyelesaikan ini dengan memanggil konsultan atau vendor untuk hal di luar kemampuannya. Biaya itu perlu ikut dihitung, dan biasanya tidak dihitung.

Pada outsourcing, teknisi yang ditempatkan punya tim pendukung di belakangnya. Untuk hal di luar kemampuannya, dia punya tempat bertanya tanpa Anda perlu mencari pihak ketiga.

Kapan merekrut sendiri lebih tepat

Kami menyebut ini bukan untuk terlihat berimbang, melainkan karena memang ada kondisi di mana merekrut sendiri jelas lebih baik.

Kalau perusahaan Anda cukup besar untuk mempekerjakan lebih dari satu orang IT, sebagian besar keunggulan outsourcing hilang — kelangsungan dan kedalaman bisa dicapai di dalam. Kalau sistem Anda sangat khas dan butuh pemahaman mendalam yang butuh waktu lama dibangun, karyawan tetap juga lebih masuk akal.

Kalau perusahaan Anda memandang kemampuan teknologi sebagai bagian dari keunggulan bersaing, bukan sekadar penunjang, itu alasan yang cukup untuk membangunnya di dalam meski secara biaya lebih mahal.

Merekrut sendiri lebih tepat bila

  • Anda bisa mempekerjakan lebih dari satu orang IT.
  • Sistem Anda khas dan butuh pemahaman yang lama dibangun.
  • Kemampuan teknologi bagian dari keunggulan bersaing, bukan penunjang.
  • Ada orang yang bisa menilai kemampuan teknis calon dengan benar.

Outsourcing lebih tepat bila

  • Kebutuhan Anda cukup untuk satu orang atau kurang.
  • Tidak ada yang bisa menilai dan mengawasi kerja teknis.
  • Waktu berhenti mahal, sehingga kelangsungan lebih penting daripada selisih biaya.
  • Anda sedang tumbuh dan belum ingin menambah karyawan tetap.

Jalan tengah yang sering paling masuk akal

Banyak perusahaan tidak perlu memilih salah satu sepenuhnya. Susunan yang cukup umum: satu karyawan internal untuk hal sehari-hari dan pemahaman konteks bisnis, ditambah kontrak dengan penyedia untuk pekerjaan yang butuh alat khusus, pendampingan teknis, dan pengganti saat karyawan itu berhalangan.

Susunan ini biasanya lebih murah daripada mempekerjakan dua orang, dan menutup kelemahan terbesar dari punya satu orang saja.

Sebagian pelanggan juga memakai outsourcing sebagai jembatan: dipakai penuh sambil membangun tim internal, lalu dikurangi bertahap. Kami susun kontrak supaya bisa turun tanpa penalti.

Menghitungnya untuk kondisi Anda sendiri

Perbandingan IT outsourcing vs tim IT internal tidak punya jawaban yang berlaku umum, tetapi punya cara menghitung yang berlaku umum. Empat angka di bawah ini biasanya cukup.

Angka pertama: total biaya karyawan setahun, bukan gaji dikali dua belas. Tambahkan tunjangan hari raya, jaminan sosial, cuti yang tetap dibayar, dan perkiraan biaya rekrutmen dibagi masa kerja rata-rata. Untuk posisi teknis, masa kerja rata-rata di banyak perusahaan lebih pendek daripada yang diperkirakan pemiliknya.

Angka kedua: berapa kali setahun Anda memanggil pihak luar untuk hal di luar kemampuan orang itu, dikalikan biaya per pekerjaan. Ini komponen yang hampir tidak pernah masuk perbandingan padahal jumlahnya nyata.

Angka ketiga: berapa hari dalam setahun posisi itu kosong atau belum produktif — cuti, sakit, masa peralihan setelah pengunduran diri, dan masa adaptasi orang baru. Kalikan dengan kerugian per hari kalau tidak ada yang menangani IT.

Angka keempat: biaya kontrak untuk cakupan yang setara. Bandingkan jumlah tiga angka pertama dengan angka keempat. Kalau selisihnya di bawah sepuluh persen, yang menentukan bukan biaya lagi melainkan seberapa penting orangnya memahami seluk-beluk bisnis Anda.

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Mana yang lebih murah, outsourcing atau merekrut sendiri?

Merekrut sendiri lebih murah kalau hanya gaji yang dibandingkan. Setelah jaminan sosial, cuti, rekrutmen, pelatihan, dan biaya konsultan tambahan dihitung, selisihnya menyempit dan sering berbalik.

Apa risiko terbesar punya satu karyawan IT saja?

Tidak ada pengganti saat dia berhalangan atau keluar, dan pengetahuannya ikut hilang kalau tidak ada dokumentasi. Penggantinya bisa butuh berbulan-bulan untuk mengenali sistem Anda.

Bisakah menggabungkan keduanya?

Bisa, dan sering itu yang paling masuk akal: satu karyawan internal untuk hal harian, ditambah kontrak untuk pekerjaan yang butuh alat khusus dan pengganti saat dia berhalangan.

Apakah teknisi outsourcing bisa memahami bisnis kami?

Untuk penempatan jangka panjang, ya, karena orangnya tetap. Untuk kebutuhan yang benar-benar menuntut pemahaman bisnis mendalam, karyawan internal memang lebih tepat dan kami akan mengatakannya.

Bagaimana kalau kami ingin pindah dari outsourcing ke tim sendiri?

Kami dukung, termasuk mendampingi staf baru Anda dan menyerahkan seluruh dokumentasi. Kontrak disusun supaya bisa turun bertahap tanpa penalti.

Ceritakan dulu kebutuhan IT Anda

Konsultasi tidak dikenakan biaya. Kirim gambaran kondisinya lewat WhatsApp, kami balas dengan perkiraan lingkup kerja, lama pengerjaan, dan biayanya.

Chat WhatsApp